Powered By Blogger

Kamis, 11 Februari 2010

Suamiku Tak Bersalah (Novarina Williardi)

Media massa siang tadi ramai-ramai meliput sidang demi sidang yang mengadili 3 orang terdakwa Kasus Pembunuhan Pengusaha Nasruddin Zulkarnain yang melibatkan Ketua KPK non aktif,,Antasari Azhar,, Kombes Williardi Wizard dan seorang Pengusaha Sigid Haryo Wibisono. Sidang ini merupakan sidang putusan akan kasus pembunuhan yang tentunya sudah sangat ditunggu oleh seluruh Warga Indonesia bahkan dunia karena kasus ini terjadi ketika Antasari Azhar sebagai ketua KPK sedang menginvestigasi kasus penyalah gunaan dana kampanye... dan dalam kasus ini pula lah terungkap kasus baru yang belakangan melibatkan dua petinggi KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Begitu tersedotnya perhatian publik pada kasus ini sehingga melahirkan berbagai macam komentar akan putusan hakim tadi siang yang memutuskan hukuman 12th penjara untuk Wiliardi,,15th untuk Sigid dan yang terberat adalah hukuman bagi Antasari Azhar,,18th yang langsung disambut dengan permohonan beliau untuk naik banding tanpa butuh waktu berfikir. Walaupun hukuman yang diputuskan jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut mereka dengan hukuman mati... tapi publik dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini dan kepentingan politis macam apa yang melatarbelakanginya.

Sidang tadi siang memunculkan wanita-wanita kuat yang mendukung para suami mereka sebagai terdakwa. Dialah Ida Laksmiwati,,istri Antasari Azhar yang belakangan diketahui juga sebagai seorang sarjana hukum sehingga beliau begitu tenang setenang suaminya dalam menghadapi setiap persidangan karena beliau sangat mengerti jalur-jalur hukum lengkap dengan penyimpangan dan konspirasi dibaliknya. Satu wanita yang tak kalah kuat dengan Ibu Ida adalah Novarina Williardi... satu-satunya istri terdakwa yang pernah dijadikan saksi di persidangan karena  mengaku mengetahui bahwa suaminya adalah korban dari suatu sistem konspirasi  hukum yang dibuat para petinggi kepolisian. Ibu Nova mengaku mendengar sendiri pengakuan dari suaminya bahwa beliau ada dibawah  tekanan untuk membuat suatu keterangan dengan maksud menjatuhkan Antasari.  Ibu-ibu tegar ini pun tak luput dari ancaman dan teror yang tak tahu darimana asalnya namun tetap setia di belakang para suami..mendukung para suami yang sedang duduk di kursi pesakitan dan yang lebih penting lagi beliau-beliau ini tetap semangat memberikan kekuatan pada anak-anak mereka. Malu dan takut tak sedikit pun terlihat dari raut wajah mereka. Apapun yang terjadi mereka tetap setia. Itulah jawabannya mengapa Tuhan memilihkan Ida dan Nova sebagai isteri Antasari dan Williardi. 

Sebagai seorang isteri dari seorang praktisi hukum... saya pun mengkhawatirkan hal-hal buruk yang berbau konspirasi dan skandal akan menjatuhkan suami saya dan menghancurkan rumah tangga kami. Apalagi sepanjang hampir 9th,,berumah tangga saya pun mendapati kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang diakibatkan oleh resiko pekerjaan suami saya. Mulai dari kerusuhan saat eksekusi,,ditonjok bodyguard lawan perkara yang tidak mau deal saat negosiasi,,sampai dilaporkan lawan perkara ke pihak Kepolisian  karena dianggap melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Selain itu masih banyak hal yang bersifat konsekwetif sebagai bagian dari pekerjaannya yang juga saya alami...termasuk ketidak hadiran suami saya dalam rumah tangga karena konsekwensi pekerjaan yang tidak mengenal waktu. Ibu Ida dan Ibu Nova pun saya yakin demikian. Namun saat terjadi sesuatu yang buruk pada suami mereka apalagi rumah tangga Ida dan Antasari yang sudah lebih dari 26th dibangun diguncang isu perselingkuhan dengan istri korban Nasaruddin,,Rani Julianti ... ternyata mereka tetap tegar dan membela suami mereka mati-matian. Sanggupkah saya seperti mereka?? Tentu tak ada sedikit pun harapan bahwa suami saya akan mengalami hal-hal buruk seperti pada Antasari dan Williardi.... tapi ketegaran kedua wanita tadi memberikan pencerahan pada saya bahwa Tuhan tidak semata-mata menjadikan saya sebagai istri seorang pengacara jika saya tidak kuat. Saya harus kuat dan saya harus tegar...dan saya pun harus survive. Istri lah yang harus mempertahankan semua keadaan tetap terkendali dan sistem rumah tangga berjalan baik ketika suaminya dalam kesulitan. Seperti kata-kata Ibu Nova tadi sore pada saat diwawancara di Metro TV yang terus diulangnya "Suamiku tak bersalah".

Sebagai masyarakat awam yang terus belajar dari semua kejadian di negara ini... Saya hanya bisa berharap agar keadilan dunia bisa ditegakkan walaupun tak sempurna...karena pengadilan hakiki hanya ada di akhirat. Masyarakat akan hilang kepercayaan pada pemerintahnya jika supremasi hukum tak jua ditegakkan. Tak ketinggalan harapan terbesar untuk dua wanita perkasa di negeri ini yang sedang berjihad mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka,,Ibu Ida dan Ibu Nova agar Allah memberikan kemudahan bagi perjuangan mereka dan mereka pun tetap tegar sampai waktu memberikan akhir dari semua drama ini. Keep Survive Ladies!! You're the best...