Lelaki baik itu....
Menyambutku di depan pintunya.
Dengan senyum tulus dan canda ringan.
Seperti belasan tahun silam.
Lelaki baik itu...
Menawarkan aku secangkir kopi buatan tangannya sendiri... yang rasanya selalu pas dengan seleraku.
Mendengarkan setiap kata dari bibirku... dengan binar matanya yang tak lepas memandangku... menghangatkan udara dingin sore itu.
Lelaki baik itu...
Memaafkanku dan menerimaku kembali kedalam hidupnya.
Meski telah kugoreskan berbagai luka di masa pencarian jati dirinya dahulu.
"Aku memaafkanmu bukan karena engkau salah,,namun karena itu bukan dirimu.
Saat engkau berubah menjadi sosok asing di hadapanku aku tahu itu bukan dirimu"
"Aku menerimamu bukan karena kau telah kembali menjadi dirimu,,namun karena Aku menyayangimu.
Engkaulah saudariku dan selamanya akan tetap begitu"
Lelaki baik itu...
Menggenggam hatiku seperti dulu...merangkul jiwaku seperti saat aku belum berubah menjadi seseorang yang bukan diriku.
"Janganlah kau tinggalkan lagi rokaat yang terbuang sia-sia. Melangkahlah bersamaku walau dalam sistem yang berbeda...raihlah apa yang pernah kau lewatkan dalam masa pencarianmu"
"Jangan sedikitpun kau sesali sesuatu yang kau sebut kesalahan...karena sesungguhnya engkau telah belajar... menjadi satu pribadi yang cemerlang... seperti bintang yang bersinar di saat malam dan indahnya hanya bisa dinikmati di dalam gelap"
"Aku ada di setiap hembusan nafasmu...membantumu berdiri dan menguatkan lagi akarmu"
Lelaki baik itu...
Memandangku penuh cinta.
Namun tak lagi kubalas pandangannya sambil membuainya dengan kata-kata indah pengantar mimpi...
karena kutahu... ada wanita solehah dan bayi nya sedang menanti di peraduan... memeluknya di saat gundah dan membuainya dengan surga dunia.
"Jadilah wanita solehah yang mengagumkan suami dan putramu... karena disanalah surgamu... dan ikhlaslah engkau.. Saudariku... karena disanalah ibadahmu"
Lelaki baik itu...
Mengantarku ke pintunya.
Memohon maaf karena tak lagi bisa mengantarku....seperi di masa itu.
Tak ada genggam hangatnya di tanganku ataupun rengkuhan mesraku di pinggangnya
Seperti di masa itu... jika tiba saat berpisah
Malam ini aku meninggalkannya dengan sejumput doa "Semoga hidupmu bahagia...dan Tuhan memberkahimu. Suatu hari nanti anak lelakimu akan sangat bangga akan ayahnya yang sederhana tapi luhur budinya"
