Powered By Blogger

Sabtu, 30 Januari 2010

Losing Faith

Lately... Indonesian people is losing faith of Banking Security System. Some accounts in some "Trusted Banks" (I can't say the names) were hacked and some people were losing their money in big amounts of. If trusted banks can't keep our money safely... so where do we put our money on?? at home?? it's impossible, remain home security system is weaker than  the bank. In the other hand... banking system can give us some percents interest and it can increase our amounts. Many people withdraw their money because they were so afraid of hacking. But they didn't know where would their money be kept on...  so ironic isn't it?? Before this happened... Indonesia was shocked by Century Bank which was vanishing 6.7Trillion rupiahs from their costumer accounts. That very big amounts of money just disappear like took away by ghost. And of course their costumer became so upset... they were so angry and devoted to the bank officer whose actually didn't know anything. They were yielding the bank with dirty words...furthermore some of them who was so depressed were act like insane person. Lately I heard that some of them doing suicide... 
Many costumers were private employee whose been working for years and save their monthly allowance for their old age times...when they feel unable to make money as in younger age. Now the money has been disappeared... of course they are shock and upset. 
There was a political issue... The money were used to fund president's campaign for the latest election. But the assumption hasn't able to be proved yet.
Today we only able to wait and see... How is the government's move to finish this problem. We hope they find the best way to solve it. Just keep our finger crossed !!

Mulutmu Harimaumu

Klise... mungkin itu yang kita tangkap setiap kita membaca atau mendengar peribahasa di atas... Mulutmu Harimaumu.... tapi ini memang suatu fakta yang tak pernah bisa dihindarkan dari kehidupan kita. Banyak hal terjadi karena mulut. Kata-kata yang keluar dari mulut sering tak terkontrol karena emosi... dipadu dengan struktur mulut dan bibir yang fleksibel tanpa tulang. Hari ini bukan saja mulut yang sering jadi masalah tapi juga tulisan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan setiap orang untuk mengaktualisasikan dirinya melalui dunia maya... masalah pun sering muncul karena tulisan. Apa yang kita tulis di status-status jejaring sosial merupakan cerminan diri kita.... apa yang kita update merupakan bentuk aktualisasi diri kita sebagai bagian dari keinginan manusia yang selalu ingin didengar dan diperhatikan. Sebagai konsekwensinya tulisan yang kita buat akan mendapat respon dari pembaca... nah... inilah yang kadang menjadi masalah... respon berupa komentar terkadang menjadi polemik di dunia maya. Dari hal-hal sepele yang ditulis seseorang via status ataupun pesan dinding yang lantas dikomentari secara main-main bisa menjadi hal serius bila si penulis menganggap si komentator menyinggung dirinya di hadapan orang banyak. Sebaliknya..status ataupun pesan dinding yang tadinya bersifat main-main pun bisa dianggap serius dan menyinggung oleh pembaca sehingga menimbulkan komentar yang tidak menyenangkan. Dari hal-hal yang sebenarnya sangat sepele...hubungan persahabatan bahkan persaudaraan bisa menjadi renggang atau bahkan menjadi buruk.
Oleh karena itu kehati-hatian kita dalam menulis sesuatu di ruang publik seperti di dunia maya via jejaring sosial ataupun blog harus sangat diperhatikan. Sebaliknya jika kita membaca tulisan orang lain janganlah menilai apa yang orang lain tulis secara sepintas karena maksud hati si penulis mungkin berbeda dengan apa yang kita tafsirkan.
Selain tulisan..postingan di dunia maya juga bisa berupa gambar,slide ataupun video. Nah..dalam hal ini kita sebagai pemosting harus memperhatikan apa yang kita posting...apakah tampilannya akan mengganggu orang yang melihat atau tidak. Terlebih jika kita berteman dengan berbagai kalangan usia... unsur kepantasan terbit harus menjadi prioritas utama... dan kita sebagai pemosting adalah Badan Sensor yang mengetahui bagaimana dampak dari postingan itu baik kepada yang melihat maupun kepada citra diri kita.
Hmm.. tampaknya contoh-contoh dampak negatif penggunaan dunia maya sebagai aktualisasi diri yang salah  sudah tak harus disebutkan lagi. Bahkan UU No.29/tahun 2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pun belum mampu mengendalikan nafsu emosi pemosting untuk mengaktualisasikan dirinya dengan cara yang salah.
Sudah seharusnya kita memposting sesuatu dengan akal sehat... dan jauhkanlah emosi sesaat bila kita akan memposting. Satu cara jitu lainnya jika kita tak ingin banyak masalah adalah tidak terlalu banyak berteman dengan orang dekat...karena dengan mereka lah kita sering bergesekkan maka tak jarang apa yang kita posting pun menjadi bahan gesekkan dengan mereka yang dapat memicu konflik di darat.
Dear Reader... janganlah akal sehat kita dikalahkan oleh nafsu dan janganlah naluri kemanusiaan kita dikalahkan oleh teknologi. Iptek adalah kemajuan akal manusia sebagai pengembangan dari apa yang telah dianugerahkan Tuhan... maka jadikanlah teknologi sebagai alat untuk mendidik diri kita sendiri menjadi manusia berfikir yang selalu mengendalikan diri di setiap situasi. Bukankah Iptek diciptakan untuk membantu meringankan kehidupan manusia?? Maka minimalkanlah dampak negatifnya supaya teknologi tidak berubah menjadi bencana. Keep Yourself Controlled by Yourself... and Keep Survive everyone!!!