Powered By Blogger

Sabtu, 30 Januari 2010

Mulutmu Harimaumu

Klise... mungkin itu yang kita tangkap setiap kita membaca atau mendengar peribahasa di atas... Mulutmu Harimaumu.... tapi ini memang suatu fakta yang tak pernah bisa dihindarkan dari kehidupan kita. Banyak hal terjadi karena mulut. Kata-kata yang keluar dari mulut sering tak terkontrol karena emosi... dipadu dengan struktur mulut dan bibir yang fleksibel tanpa tulang. Hari ini bukan saja mulut yang sering jadi masalah tapi juga tulisan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan setiap orang untuk mengaktualisasikan dirinya melalui dunia maya... masalah pun sering muncul karena tulisan. Apa yang kita tulis di status-status jejaring sosial merupakan cerminan diri kita.... apa yang kita update merupakan bentuk aktualisasi diri kita sebagai bagian dari keinginan manusia yang selalu ingin didengar dan diperhatikan. Sebagai konsekwensinya tulisan yang kita buat akan mendapat respon dari pembaca... nah... inilah yang kadang menjadi masalah... respon berupa komentar terkadang menjadi polemik di dunia maya. Dari hal-hal sepele yang ditulis seseorang via status ataupun pesan dinding yang lantas dikomentari secara main-main bisa menjadi hal serius bila si penulis menganggap si komentator menyinggung dirinya di hadapan orang banyak. Sebaliknya..status ataupun pesan dinding yang tadinya bersifat main-main pun bisa dianggap serius dan menyinggung oleh pembaca sehingga menimbulkan komentar yang tidak menyenangkan. Dari hal-hal yang sebenarnya sangat sepele...hubungan persahabatan bahkan persaudaraan bisa menjadi renggang atau bahkan menjadi buruk.
Oleh karena itu kehati-hatian kita dalam menulis sesuatu di ruang publik seperti di dunia maya via jejaring sosial ataupun blog harus sangat diperhatikan. Sebaliknya jika kita membaca tulisan orang lain janganlah menilai apa yang orang lain tulis secara sepintas karena maksud hati si penulis mungkin berbeda dengan apa yang kita tafsirkan.
Selain tulisan..postingan di dunia maya juga bisa berupa gambar,slide ataupun video. Nah..dalam hal ini kita sebagai pemosting harus memperhatikan apa yang kita posting...apakah tampilannya akan mengganggu orang yang melihat atau tidak. Terlebih jika kita berteman dengan berbagai kalangan usia... unsur kepantasan terbit harus menjadi prioritas utama... dan kita sebagai pemosting adalah Badan Sensor yang mengetahui bagaimana dampak dari postingan itu baik kepada yang melihat maupun kepada citra diri kita.
Hmm.. tampaknya contoh-contoh dampak negatif penggunaan dunia maya sebagai aktualisasi diri yang salah  sudah tak harus disebutkan lagi. Bahkan UU No.29/tahun 2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pun belum mampu mengendalikan nafsu emosi pemosting untuk mengaktualisasikan dirinya dengan cara yang salah.
Sudah seharusnya kita memposting sesuatu dengan akal sehat... dan jauhkanlah emosi sesaat bila kita akan memposting. Satu cara jitu lainnya jika kita tak ingin banyak masalah adalah tidak terlalu banyak berteman dengan orang dekat...karena dengan mereka lah kita sering bergesekkan maka tak jarang apa yang kita posting pun menjadi bahan gesekkan dengan mereka yang dapat memicu konflik di darat.
Dear Reader... janganlah akal sehat kita dikalahkan oleh nafsu dan janganlah naluri kemanusiaan kita dikalahkan oleh teknologi. Iptek adalah kemajuan akal manusia sebagai pengembangan dari apa yang telah dianugerahkan Tuhan... maka jadikanlah teknologi sebagai alat untuk mendidik diri kita sendiri menjadi manusia berfikir yang selalu mengendalikan diri di setiap situasi. Bukankah Iptek diciptakan untuk membantu meringankan kehidupan manusia?? Maka minimalkanlah dampak negatifnya supaya teknologi tidak berubah menjadi bencana. Keep Yourself Controlled by Yourself... and Keep Survive everyone!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar