Ingin Hilang Ingatan
"Terlintas keinginan tuk dapat...
Hilang Ingatan agar semua terlupakan
...dan Ku berlari sekencang-kencang nya
'Tuk melupakanmu yang 'tlah berpaling"
( Rocket Rockers)
"Terlintas keinginan tuk dapat...
Hilang Ingatan agar semua terlupakan
...dan Ku berlari sekencang-kencang nya
'Tuk melupakanmu yang 'tlah berpaling"
( Rocket Rockers)
Mungkin Reader masih ingat atau pernah dengar penggalan bait lagu "Ingin Hilang Ingatan" yang dinyanyikan oleh grup Rocket Rockers. Lagu ini mungkin tak berhasil merajai tangga lagu Indonesia tapi berhasil menyita perhatian saya akan lirik-lirik unik yang berpadu dengan irama sederhana. Bagaimana mungkin seseorang ingin benar-benar hilang ingatan sementara dalam kasus-kasus Amnesia yang disebabkan karena kecelakaan saja seorang penderita Amnesia sangat diusahakan agar ingatannya kembali??
Namun bila kita melihat kedalam diri kita sendiri ada hal-hal yang ingin benar-benar kita lupakan. Entah itu kenangan buruk masa kecil kita.... ataupun kesalahan kita saat mengambil keputusan dalam menentukan jalan hidup. Kita mungkin selalu mencoba berpaling dari ingatan-ingatan masa lalu yang menyakitkan.... tapi sejauh apapun kita berpaling seberhasil apapun kita melupakan kenangan itu.... hati kecil kita tetap menyisakan tempat untuk kenangan-kenangan itu. Otak kita tetap menyimpan rekaman kejadian yang walaupun detilnya sudah tak jelas...tapi secara garis besar semuanya masih tergambar jelas.
Disadari atau tidak sebenarnya kenangan buruk adalah jalan paling efektif bagi seseorang untuk memicu dirinya sendiri melalui alam bawah sadarnya untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik. Lantas yakinkah kita ingin menghilangkan ingatan itu?? Bila dipikir lebih jauh...... saat ini.... keadaan kita yang lebih baik juga disebabkan keberadaan ingatan itu. Sebenarnya yang ingin kita hilangkan hanyalah peraasannya saja.... Rasa sakit saat sesuatu yang buruk itu terjadi.
Tuhan menciptakan manusia dengan jutaan sel otak yang terhubung satu sama lain.... Ketika ion-ion didalam setiap sel otak itu dioptimalkan maka otak dapat mengirimkan perintah pada panca indera kita untuk melakukan sesuatu. Namun hati tak bisa diperintah oleh otak. Hati adalah sang empunya keinginan. Justru otak akan selalu berusaha memenuhi keinginan hati. Satu-satunya hal yang tidak dapat dilakukan otak atas keinginan hati adalah menghapus memori "perasaan".... karena ingatan tak dapat dihapus dengan program apapun kecuali sistem syaraf otak mulai rusak dan kinerjanya melemah.... contohnya pikun.
Bila hati terus menerus tak menerima segala sesuatu yang ada di otak maka otak akan merasa sangat terganggu sehingga kinerjanya tak optimal..sebagai hasilnya adalah banyak melamun. Banyak melamun berbeda jauh dengan merenungi diri.... melamun adalah suatu kegiatan imajinatif yang sifatnya melawan kenyataan... sedangkan merenungi diri adalah suatu pekerjaan yang bersifat introspektif.... melihat ke dalam diri sendiri dan mengevaluasi kesalahan agar di hari yang akan datang kesalahan itu tak lagi dilakukan.
Sebagai manusia yang ditunjuk Tuhan menjadi Khalifah di muka bumi... kita seharusnya selalu mensingkronisasikan kinerja otak dengan keinginan hati. Otak harus berfikir lebih jauh dalam melaksanakan keinginan hati karena tidak semua keinginan hati itu baik..... Ingat!! hati adalah cermin tempat pahala dan dosa berpadu... tempat niat dan nafsu bertemu.... dan di sanalah tempat paling nyaman bagi iblis untuk bersemayam. Oleh karena itu... latihlah hati kita untuk "tahu diri"... jangan menginginkan sesuatu yang diluar jangkauan kita... bercita-cita lah agar kita terpacu berkinerja optimal tapi jangan lupa mengukur kemampuan kita dalam pengerjaannya.
Tuhan menciptakan hati dan otak agar keduanya dapat berkolaborasi dengan baik... Ketika kita sampai pada kesalahan yang mengakibatkan kegagalan dan sakit hati..... maka hati harus pandai-pandai mengobati dirinya sendiri. Inilah sebenarnya kelebihan hati...bisa mengobati dirinya sendiri..... sedangkan otak tidak.... disaat ada kerusakan di dalamnya dibutuhkan tindakan dari luar secara medis.
Melatih hati supaya dapat selalu mengobati dirinya sendiri sebenarnya sederhana.... Ikhlas. Kata sederhana yang sangat sulit dalam penerapannya. Ketika hati sudah berniat untuk mengikhlaskan segala sesuatu... godaan nya datang dari hati sendiri yaitu tidak menerima kenyataan..... baik pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Hal inilah yang menyebabkan keputus asaan. Efek dari putus asa sudah tidak perlu dijelaskan lagi keburukannya... jutaan orang celaka karena putus asa... dan putus asa membuat orang tidak "survive".
Dear Reader.... keinginan hati untuk lupa ingatan adalah keinginan yang bodoh. Biarkanlah ingatan buruk itu selalu punya tempat sekecil apapun dalam otak dan hati kita karena seburuk-buruknya ingatan disanalah terdapat pelajaran hidup kita....dan kita akan sangat menyesal bila semua keinginan itu terhapuskan. Ketika hati mulai memerintahkan hal-hal yang tidak baik.... perbanyaklah menggunakan otak.... berfikirlah bolak-balik akan suatu keinginan yang ingin kita wujudkan.
Berbahagialah kita atas semua kenangan yang kita miliki. Baik atau buruk itulah masa lalu kita... sebuah pemicu sederhana untuk melangkah ke depan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Survive your memories.... Survive your heart and brain.... Survive your furture living.... Goodluck Everybody.... Keep Survive !!!
Namun bila kita melihat kedalam diri kita sendiri ada hal-hal yang ingin benar-benar kita lupakan. Entah itu kenangan buruk masa kecil kita.... ataupun kesalahan kita saat mengambil keputusan dalam menentukan jalan hidup. Kita mungkin selalu mencoba berpaling dari ingatan-ingatan masa lalu yang menyakitkan.... tapi sejauh apapun kita berpaling seberhasil apapun kita melupakan kenangan itu.... hati kecil kita tetap menyisakan tempat untuk kenangan-kenangan itu. Otak kita tetap menyimpan rekaman kejadian yang walaupun detilnya sudah tak jelas...tapi secara garis besar semuanya masih tergambar jelas.
Disadari atau tidak sebenarnya kenangan buruk adalah jalan paling efektif bagi seseorang untuk memicu dirinya sendiri melalui alam bawah sadarnya untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik. Lantas yakinkah kita ingin menghilangkan ingatan itu?? Bila dipikir lebih jauh...... saat ini.... keadaan kita yang lebih baik juga disebabkan keberadaan ingatan itu. Sebenarnya yang ingin kita hilangkan hanyalah peraasannya saja.... Rasa sakit saat sesuatu yang buruk itu terjadi.
Tuhan menciptakan manusia dengan jutaan sel otak yang terhubung satu sama lain.... Ketika ion-ion didalam setiap sel otak itu dioptimalkan maka otak dapat mengirimkan perintah pada panca indera kita untuk melakukan sesuatu. Namun hati tak bisa diperintah oleh otak. Hati adalah sang empunya keinginan. Justru otak akan selalu berusaha memenuhi keinginan hati. Satu-satunya hal yang tidak dapat dilakukan otak atas keinginan hati adalah menghapus memori "perasaan".... karena ingatan tak dapat dihapus dengan program apapun kecuali sistem syaraf otak mulai rusak dan kinerjanya melemah.... contohnya pikun.
Bila hati terus menerus tak menerima segala sesuatu yang ada di otak maka otak akan merasa sangat terganggu sehingga kinerjanya tak optimal..sebagai hasilnya adalah banyak melamun. Banyak melamun berbeda jauh dengan merenungi diri.... melamun adalah suatu kegiatan imajinatif yang sifatnya melawan kenyataan... sedangkan merenungi diri adalah suatu pekerjaan yang bersifat introspektif.... melihat ke dalam diri sendiri dan mengevaluasi kesalahan agar di hari yang akan datang kesalahan itu tak lagi dilakukan.
Sebagai manusia yang ditunjuk Tuhan menjadi Khalifah di muka bumi... kita seharusnya selalu mensingkronisasikan kinerja otak dengan keinginan hati. Otak harus berfikir lebih jauh dalam melaksanakan keinginan hati karena tidak semua keinginan hati itu baik..... Ingat!! hati adalah cermin tempat pahala dan dosa berpadu... tempat niat dan nafsu bertemu.... dan di sanalah tempat paling nyaman bagi iblis untuk bersemayam. Oleh karena itu... latihlah hati kita untuk "tahu diri"... jangan menginginkan sesuatu yang diluar jangkauan kita... bercita-cita lah agar kita terpacu berkinerja optimal tapi jangan lupa mengukur kemampuan kita dalam pengerjaannya.
Tuhan menciptakan hati dan otak agar keduanya dapat berkolaborasi dengan baik... Ketika kita sampai pada kesalahan yang mengakibatkan kegagalan dan sakit hati..... maka hati harus pandai-pandai mengobati dirinya sendiri. Inilah sebenarnya kelebihan hati...bisa mengobati dirinya sendiri..... sedangkan otak tidak.... disaat ada kerusakan di dalamnya dibutuhkan tindakan dari luar secara medis.
Melatih hati supaya dapat selalu mengobati dirinya sendiri sebenarnya sederhana.... Ikhlas. Kata sederhana yang sangat sulit dalam penerapannya. Ketika hati sudah berniat untuk mengikhlaskan segala sesuatu... godaan nya datang dari hati sendiri yaitu tidak menerima kenyataan..... baik pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Hal inilah yang menyebabkan keputus asaan. Efek dari putus asa sudah tidak perlu dijelaskan lagi keburukannya... jutaan orang celaka karena putus asa... dan putus asa membuat orang tidak "survive".
Dear Reader.... keinginan hati untuk lupa ingatan adalah keinginan yang bodoh. Biarkanlah ingatan buruk itu selalu punya tempat sekecil apapun dalam otak dan hati kita karena seburuk-buruknya ingatan disanalah terdapat pelajaran hidup kita....dan kita akan sangat menyesal bila semua keinginan itu terhapuskan. Ketika hati mulai memerintahkan hal-hal yang tidak baik.... perbanyaklah menggunakan otak.... berfikirlah bolak-balik akan suatu keinginan yang ingin kita wujudkan.
Berbahagialah kita atas semua kenangan yang kita miliki. Baik atau buruk itulah masa lalu kita... sebuah pemicu sederhana untuk melangkah ke depan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Survive your memories.... Survive your heart and brain.... Survive your furture living.... Goodluck Everybody.... Keep Survive !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar