Powered By Blogger

Rabu, 09 Desember 2009

just share

30 November 2005 (23.50 WIB)



Seperti hati yang terus berlari
Mencari sepenggal jiwa yang dapat melindungi
Membungkus kantung hati yang berlubang
Kata-kata seakan gaung kepedihan
Lagu seakan hanya menghantarkan pilu


Berlari sampai lelah pun tetap tak kutemukan
Jawaban dari pertanyaan Sang Pujangga
Ketika pena nya habis dan tinta nya kering
Kertas putih menyiratkan keadaan yang menggantung
Belum tertulis atau tergambar


Jiwa hampa ini mendamba air penyejuk kalbu
Tapi...bukan air sedingin es ataupun sepanas api
Bukan juga yang semanis gula apalagi seasin air laut


Kasih...kapan kuraih?? Derita seakan tak berujung
Karena dinding terlalu tebal untuk ditembus
Kaca-kaca terlalu perih untuk diterjang
Sementara cahaya terus meredup.....sampai air laut jadi kering dan hujan tak terasa rintiknya
Akankah terus berlari....atau diam seperti mati??


Tidak ada komentar:

Posting Komentar