Banyak banget yang cinta Bandung,,ingin tinggal di Bandung,,tiap weekend di Bandung,,sampai bangga pake produk buatan Bandung. Alhamdulillaah saya mah bangga-bangga ajah karena saya urang Bandung asli. Tiap weekend Bandung pasti penuh sama orang dari kota-kota lain yang sekedar ingin menghirup aroma santai kota Bandung yang dingin. Yakin ingin menghirup udara Bandung hari ini?? Emang Bandung masih dingin?? Coba dirasakan yang bener ah,,Gan.. Udara yang sudah penuh oleh timbal dan merkuri menyebabkan penumpukan emisi gas buang di udara... naaah.. gas inilah yang membuat udara Bandung menjadi hareudang... Jauh,,Gan... sama Bandung waktu saya masih SD mah. Hari ini angkot udah ngga terhitung jumlahnya,,Gan... belum lagi sepeda motor. Sejak leasing-leasing ngasih kemudahan buat para konsumennya dengan merendahkan DP alias uang muka dan ngasih jangka waktu lama buat pelunasan sebuah motor,, Bandung pun berubah jadi Bandung Lautan Motor. Belum mobil-mobil pribadi yang kian hari kian banyak aja jumlahnya. Kayanya teh hari gini ngga bawa mobil sendiri teh gengsi... Padahal kalau dipikir pendek aja ,, Gan... jalanan di Bandung teh udah sempit... belum trotoar-trotoar dipake sama PKL yang mangkal... terpaksa deh para pejalan kaki jalan agak ke tengah. Hal inilah yang membuat jalanan Bandung makin sempi. Udah tau sempit... masih aja pada mikirin gengsi... Ngga kepikiran tuh macetnya??
Hal yang paling update di Bandung adalah banjir. Yup!! tiap tahun Bandung emang diwarnai hujan lebat dan petir akibat cekungan Bandung yang berada tepat di bawah pertemuan awan Comulunimbus. Huan selebat apapun adalah berkah. Betul,,Gan?? Ya... berkah buat yang daerahnya punya sistem resapan air yang bagus. Nah... kalau di Bandung?? Daerah Resapan Aiir yang terletak di Bandung Utara udah ngga berfungsi lagi sebagai peresap air,, soalnya tanahnya udah penuh sama villa. Mmmhh... mmhhh..mmmhh... Orang-orang kaya yang kebanyakan duit emang ga pada mikir nih!!masa daerah resapan air dipake bangun villa. Eits.. mereka juga punya dalih jitu loh... buat menjawab pernyataan tadi " Da kita mah bangun villa di sini punya izin..." Uups!! kalo udah urusan ijin-ijinan mah saya ngga ikut-ikut ngomong di sini ah,,Gan... takut kena UU ITE.. hahaha... Sebenarnya yang mau saya bahas di sini sih cuma dampaknya aja. Dampak dari puluhan.. atau bahkan ratusan villa yang dibangun di daerah resapan air,,dirasakan oleh orang-orang di wilayah Bandung Selatan. Liat aja daerah Baleendah,,Dayeuh Kolot,, maju sedikit ke Moh.Toha,, pasti tiap musim hujan kena banjir. Pabrik-pabrik ngga bisa beroperasi,,Gan... mesinnya pada kerendem air. Coba kalo mau sedikit melihat dan memperhitungkan dampak seperti ini... pasti pada mikir deh... kalo mau ngabisin duit bangun villa dengan harga selangit di Bandung Utara. Kemarin di koran ada berita bahwa villa-villa di daerah Ciumbuleuit kena longsor.Mangga..direnungkan aja deh,,Gan... siapa yang salah.
"Ngomongkeun Bandung" emang ngga ada habisnya.Kecantikan yang tak pernah pudar dibalut dengan solekan modernitas luar biasa,, menimbulkan sejuta dampak. Ya.. kalo ngomingin dampak mah pasti ada yang positif dan negatif. Dengan berkembangnya pembangunan mall,, lahan hidup di Bandung jadi sempit. Halaahh... tadi jalan sekarang lahan... Ya iya lah... selain pemukiman penduduk yang terus memadat akibat urbanisasi penduduk daerah sekitar yang ingin mengadu nasib di Bandung,, pembangunan mall pun kurang mengindahkan aspek tata lingkungan. Ruang Terbuka Hijau seakan hilang berganti dengan para pencakar langit yang "nyengcle" di mana aja..Menurut saya mah kadang nggak tepat malah. Masa ada mall deket kampus?? Malah pembangunan mall ini membuat drainase masyarakat setempat jadi terganggu. Belum lagi tingkah polah anak baru gede jaman sekarang yang lebih suka nge-mall daripada bersosialisasi di lingkungan masyarakatnya. (eehh... bukan anak ABG aja ketaang... orang tua juga jadi pada doyan nge-mall daripada ngaji di mesjid...) Hal ini menyebabkan degradasi moral dan dis integrasi bangsa.... halaaahh.. naon ateuh... Da memang bener...orang-orang jadi tertarik pada hedonisme dan bertingkah ala hedonis karena melihat bahwa orang akan lebih dihargai,,dipandang status sosial nya,,dianggap gaul dan hebat jika suka nge-mall. Kasihan banget... oleh karena itu orang berlomba-lomba untuk tampil semewah mungkin... se...fashionable mungkin demi gengsi... Astaghfirullaah... padahal ini semua kan termasuk sifat riya. Akibatnya... orang jadi ngga peduli sama sesamanya,, yang dipikirkan cuma urusannya sendiri. Tentu ngga semua begitu... masih ada segelintir kaum muda yang mengedepankan kesederhanaan hidup dan kepedulian terhadap sesamanya. Ya... mau ngga mau inilah dampak kemajuan zaman. Dampak negatif yang hanya bisa disaring lewat keimanan masing-masing.
Data tahun 2008 menyebutkan bahwa Bandung terkena Hujan Asam. Halaaahh... naon deui eta teh,,Gan?? Hujan asam terjadi karena di udara terlalu banyak mengandung asam nitrat yang dihasilkan dari emisi gas buang. Timbal dan merkuri yang bertebaran di udara,, gas CO2 yang juga tak kalah banyak karena pohon-pohon sebagai penyerapnya sudah gundul ditebang,, naik ke awan dan membentuk senyawa nitrat (ngga tau gimana rumus kimia nya ) yang pada penaikan suhu tertentu diturunkan ke bumi sebagai Hujan Asam. Efeknya... buah-buahan dan bunga-bungaan yang ditanam di tengah kota tidak tumbuh dan menghasilkan seperti semestinya. Contohnya buah mangga,, seringkali pemilik pohon buah mangga mengeluhkan adanya kebusukan di bagian dalam buah dekat biji. Bukan seperti yang digigit ulat,,Gan... tapi berwarna coklat muda melingkari bagian buah yang menempel di bijinya.... daan... masih banyak tanaman lainnya yang tumbuh dan berbuah tidak sempurna akibat hujan asam ini. Aya-aya wae nya,,Gan...
Itulah contoh-contoh polusi yang 10 tahun belakangan update di Bandung. Selain udara,,tanah,,air,, moral manusia nya juga kena polusi,,Gan... Malah bukan saja anak muda tapi orang-orang tua pun berubah jadi "selfish" akibat hedonisme. Memang industri kreatif yang berkembang di Bandung telah memoles wajah kota ini menjadi kota "gaya dan fashion".Segi positifnya mungkin dari sisi tenaga kerja. Bandung menyerap banyak tenaga kerja baik di industri rumahan berupa tekstil maupun kuliner. Negatifnya... bahan-bahan restan dari industri tersebut tidak diolah dengan baik sehingga sampah di kota Bandung menjadi masalah yang sangat memusingkan bagi pemerintahnya.Bau... itu mungkin yang kita rasakan bila kita lewat ke tempat pembuangan sampah sementara... karena belum ada pengolahan sampah yang efektif mengolah hasil industri. Selain sampah,, propaganda niaga atau yang akrab disebut reklame juga menjadi momok bagi keadaan kota ini. Banyaknya billboard di sembarang tempat membuat kekhawatiran yang sangat patut dicemaskan karena belakangan pas hujan besar billboard-billboard tersebut tumbang. Rupanya pemasangan "Giant Billboards" di Bandung tak memperhatikan unsur kekuatan fondasi .... dan jumlahnya yang kiat hari kian banyak itu membuat Bandung menjadi penyumbang polusi cahaya. Nah... kata para peneliti bintang di Boscha... bintang udah susah dilihat dari Boscha... karena kalo malam kota Bandung menyumbang terlalu banyak cahaya yang menghalangi cahaya bintang dari langit. Wah... kalo sampai bintang-bintang ngga kelihatan dari Boscha ... gimana dunia pendidikan astronomi Indonesia ya??
Semua yang saya tulis di atas bukan untuk menghakimi siapa-siapa... semuanya hanya dimaksudkan untuk menggugah kesadaran kita sebagai orang yang merasa "Cinta Bandung" untuk lebih menahan diri akan segala hal. Katakanlah kita punya segalanya untuk membeli Bandung dan isinya... tapi Bandung kan bukan milik perseorangan ya,,Gan... Bandung milik semua yang cinta Bandung. Maka jika kita cinta Bandung... Ayo kita jadikan Bandung ini sebagai Bandung Nyaman buat semua. Mulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil aja,,Gan... Supaya Bandung teuteup bisa Survive. Ok,,Gan... mudah-mudahan anak cucu kita masih bisa meniknati Bandung yang nyaman ya,, Gan... Amien.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar