Rusa Salju,
Ke mana angin membawamu?
Ingin aku melihat kembali gagahnya langkahmu
dan gemerincing lonceng di kakimu
Apakah karena salju yang mulai mencair membuatmu berhibernasi?
Tapi bukankah rusa tak pernah berhibernasi?
Lantas di mana dirimu?
Haruskah kugoyangkan lonceng gereja, untuk membangunkanmu supaya kau kembali?
Ataukah kusulap cemara menjadi pohon terang, walaupun ini bukan malam natal
Hari ini hujan turun deras, tapi tanpa salju
Tak lagi kulihat benalu mistletoe tempat kita bermain di bawahnya
Aku meloncat kesana kemari menggapai dahan-dahan rendah yang akan membawaku ke puncak pohon mahoni
Aku ingin melihat keberadaanmu, sekedar memastikan engkau baik-baik saja
Kalau boleh, ingin juga kutitipkan rindu pada bunga Daisy yang mulai keluar kuncupnya
Semua terasa terlambat, tak seperti biasanya
Matahari tak hangat seperti awal musim semi
Awan hitam tak juga pergi
Bunga Daisy pun enggan mengembang
Februari yang aneh..
Aku merindukan November..
Saat kerincing lonceng kakimu meramaikan sarangku
Saat kekarnya tandukmu menghalau resahku
dan bulu-bulu tipismu menghangatkan udara
Aku ingin kembali ke Desember
Saat lonceng gereja berdentang dua belas kali
Saat semua pohon bernyanyi tentang malam yang sunyi
dan kau kabarkan kedatanganmu dengan loceng di kakimu
Pagi itu indah, saat kita bermain di atas lapisan salju
dan bercanda di bawah benalu mistletoe
Jika harus kumenunggu natal dan dua belas kali dentang lonceng gereja, akan kuhabiskan waktu memanjat lebih tinggi pohon mahoni
Agar dapat kulihat lagi langkah gagahmu menghampiriku
------Kelinci------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar