Powered By Blogger

Jumat, 03 Februari 2012

TERSESAT

Aku tak tahu ada dimana, semuanya serba asing
Anehnya aku tak ingin keluar,mencari jalan dari labirin tak berujung
Dinding labirin ini begitu tebal,tinggi dan rapat
Tak menyisakan sedikitpun celah untukku melihat keluar
Aku berputar-putar,mengelilingi wahana tanpa ujung
Kepalaku entah dimana,karena kulihat hatiku jatuh namun tak dapat kuambil kembali
Otakku berputar didepan mataku, sementara mataku tertinggal di belakang badanku
Tanganku menggapai dinding hangat yang sebenarnya dingin
Kakiku berjalan tanpa mengenai lantai
Telingaku menangkap kesunyian yang mematahkan tulang-tulangku
dan hidungku mencium aroma keganjilan
Disaat semua inderaku seakan berkumpul, mereka saling bercerita tentang apa yang mereka lihat
Mataku paling cerewet, mereka bercerita tentang hal-hal indah yang ada di depan
Padahal labirin itu kosong
Otakku saja tak menangkap adanya tanda-tanda benda mati, apalagi mahluk bernyawa
Bibirku terkatup rapat, satu-satunya indera paling fleksibel dalam diriku seakan terkunci
Bibirku tak ingin lagi menambah cerita teman-temannya
Dia lelah akan sesuatu yang imajiner
Bibirku hanya ingin pulang
Ke rumah yang sama sekali tak pernah dia miliki


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar